langsung mulai aja yaaa...
saya akan berbagi sedikit ilmu yang saya dapat selama PKL (Praktek Kerja Lapangan) di PT. SIEMENS Indonesia - Healthcare Sector.
sebelum masuk ke inti, saya akan membahas sekilas tentang MRI
MRI (Magnetic Resonance Imaging) adalah alat kesehatan dibidang radiologi yang berfungsi untuk melakukan pemeriksaan/melihat organ dalam tubuh manusia dengan memanfaatkan medan magnet dan gelombang radio yang dipancarkan tubuh.
Dibawah ini saya akan menjelaskan cara membangkitkan magnet(proses ramping up magnet) yang ada di alat MRI.
Proses ramping adalah suatu proses
untuk pengaktifan magnet superkonduktor. Magnet superkonduktor yang baru
dikirim dari pabrik masih dalam keadaan tidak aktif. Alat yang diperlukan dalam
proses ramping yaitu :
1.
Unit
kendali (Control Unit).
2. Kabel ramping
dan kabel kendali (kabel serial RS-232C).
3. MPS (Magnet Power Supply).
4.
Perangkat
lunak emulator terminal (Software hypertrm.exe)
Langkah-langkah Ramp Up:
1. Cable
Test (Uji Kabel)
Pertama-tama unit catu daya magnet atau MPS membangkitkan
arus rendah untuk melakukan pengujian internal dengan maksud untuk menguji
apakah MPS dapat membangkitkan arus keluaran secara baik. Bila lolos maka kemudian
uji kabel dilakukan. Saat proses uji kabel, sakelar superkonduktif tidak
dipanaskan sehingga masih tertutup dan bersifat superkonduktif. Arus dalam
kabel akan dinaikkan hingga nilai yang diinginkan, misalnya 584,0 A. Tegangan indera (Vsense) diukur pada kutub
positif dan negatif HDCL (Hardwired
Demountable Current Lead). Probe arus diperiksa untuk dipastikan kabel daya
tersambung dengan baik.
Tegangan maksimum yang diperbolehkan untuk arus yang diminta
adalah:
·
< 0,125V untuk magnet 1T.
·
< 0,170V untuk magnet 1,5T.
Jika nilai ini terlampaui maka proses ramp up akan dihentikan seketika. Namun apabila kabel terhubung
dengan baik dan arus mengalir di dalam kabel dengan baik, maka arus pada kabel
akan diturunkan saat arus yang diinginkan tercapai.
Gambar
Untuk proses menguji kabel, sakelar kontaktor stack ditutup
sehingga dioda stack terhubung singkat (tidak aktif).
Jadi, dalam proses uji kabel mula-mula tegangan MPS keluar
sampai batas 0,12V. Setelah tegangan MPS tercapai maka arus akan mengalir dari MPS
menuju ramping lead. Bila arus yang
mengalir pada ramping lead mencapai
584 A atau nilai yang diinginkan tercapai maka arus akan turun sampai 0 kembali
dan tes kabel selesai.
2. Ramp
Up lilitan (Running to Field)
Setelah uji kabel sukses maka saklar superkonduktif
dipanaskan (=dibuka), sehingga resistansi menjadi beberapa ohm dan karena
resistansi ini jauh lebih besar dibandingkan dengan resistansi koil maka arus
mengalir di koil superkonduktor. Pada kondisi ini arus yang dibangkitkan oleh
MPS akan mengalir ke kumparan superkonduktor.
Karena besar induktansi kumparan dan
tegangan maksimum yang dianjurkan 9,99 V, langkah ini akan memakan waktu
sekitar 40 menit untuk kekuatan medan 1,5 Tesla.
Setelah mencapai kekuatan medan yang
ditentukan, MPS akan bangkit hingga 3 A di atas arus yang dipilih, kemudian
kembali ke arus yang dipilih. Dengan prosedur khusus ini (disimpan dalam
EPROM), proses stabilisasi kabel jauh lebih cepat.
Pembukaan arus saklar superkonduktif memanaskan helium sehingga tingkat didih naik secara signifikan. Ramping up dan down menyebabkan
hilangnya helium sekitar 4%. Gas helium melarikan diri mendinginkan HDCL.
Lampu di tombol pemanas saklar
"ON" sepanjang waktu.
Kumparan layar
dibuka sepanjang waktu selama proses ramping
Gambar
Jadi, dalam proses ramp up lilitan mula-mula tegangan MPS
keluar sebesar 10V. Setelah tegangan MPS tercapai maka arus akan mengalir dari MPS
menuju ramping lilitan. Bila arus
yang mengalir pada ramping lilitan mencapai
584 A atau nilai yang diinginkan tercapai maka tegangan MPS akan turun menjadi
0 V dan ramping lilitan selesai.
3. Stabilisasi
dan Running Lead to Zero(Ramping
Down the Cables.)
Setelah MPS telah mensuplai magnet sampai batas arus yang
dibutuhkan, saklar superkonduktif akan ditutup kembali. Periode stabilisasi
akan berlangsung 90 detik. Sekarang, MPS menstabilkan arus.
Selama ini arus sebenarnya berfluktuasi agak lebih dari
proses ramp sebelumnya. Alasan untuk fluktuasi ditingkatkan ini adalah kenyataan, bahwa
induktansi dari kumparan
yang dihaluskan saat
ini tidak ada lagi untuk MPS.
Selama periode stabilisasi, pemanasan saklar superkonduktif
tidak lagi terjadi. Oleh karena itu
mendidihnya helium berkurang, dan tekanan di dalam magnet turun. Setelah
proses stabilisasi selesai, arus di MPS perlahan akan turun sampai 0 (nol).
Setelah kabel ramp down turun ke arus nol,
dan lampu "Run to Zero" dan "Run to Field" akan nyala
secara bergantian.
Jadi, dalam proses stabilisasi dan ramping down kabel mula-mula
saklar superkondukktif akan ditutup kemudian terjadi fluktuasi arus setelah
proses ramp up lilitan. Ini bertujuan untuk menstabilkan arus di dalam lilitan.
Setelah proses stabilisasi selesai maka dilanjutkan ke proses ramp down kabel
dan arus akan turun sampai 0.
Gambar
sekian yang bisa saya sampaikan, jika ada yang salah tolong di koreksi yaaa....